Bukti-bukti bahwa bayi yang mendapat ASI lebih tahan penyakit infeksi
tertentu daripada yang minum susu formula memang tak bisa dipungkiri
lagi. Apalagi di dalam ASI juga ditemukan berbagai antibodi spesifik
yang dapat melawan bakteri dan virus yang sering menyerang saluran
pernapasan dan usus bayi. Dari penemuan-penemuan itu, lalu menghubungkan
kekebalan bayi ASI terhadap infeksi.
Fakta membuktikan:
Dari penelitian yang termuat dalam pediatric journal 1993, terbukti
bahwa menyusui eksklusif paling tidak 4 bulan pertama, dapat mengurangi
kemungkinan bayi terkena infeksi saluran pencernaan (antara lain
diare), infeksi saluran pernapasan, serta infeksi saluran telinga.
Hal yang menyebabkan ASI membuat bayi lebih kebal penyakit infeksi :
Immunoglobulin
Zat kekebalan tubuh ini banyak ditemukan pada ASI. Konsentrasinya
yang tertinggi ditemukan dikolostrum (susu jolong yang keluar pada 3
sampai 5 hari pertama kehidupan bayi). Immunoglobulin yang melindungi
bayi dari infeksi telinga, hidung dan tenggorokan itu masih dapat
ditemukan di ASI sampai usia setahun.
Lactoferin
Lactoferin akan mengikat zat besi, sehingga kuman tidak mendapatkan
zat besi yang diperlukannya untuk hidup dan membelah diri. Zat ini juga
yang paling banyak terdapat dikolostrum, namun akan tetap ada sepanjang
tahun pertama usia bayi.
Lysozyme
Lysozyme merupakan zat penting untuk proses pencernaan, berfungsi
untuk benteng dari ”bakteri jahat” yang ada di usus halus. ASI
mengandung lysozyme 30 kali lebih tinggi dibandingkan susu formula
apapun.