Showing posts with label Religious. Show all posts
Showing posts with label Religious. Show all posts

Thursday, June 17, 2010

Zona Nyaman

Monterey California selama bertahn-tahun adalah sorga bagi burung Pelikan.Di kota itu terdapat banyak perusahaan pengalengan ikan. Burung-burung Pelikan menyukai kota itu karena para nelayan membersihkan tangkapan mereka, membuang ikan-ikan yang tidak dikehendaki dan burung-burung Pelikan akan berpesta dengan sisa-sisa itu. Di Monterey setiap burung Pelikan pada masa itu akan kenyang tanpa harus bekerja.

Sementara waktu berlalu, ikan di sepanjang pantai California semakin berkurang, dan satu per-satu perusahaan pengalengan tutup. Itulah saat dimana burung Pelikan mendapat masalah. Burung Pelikan secara naluriah adalah pencari ikan yang ulung, tetapi burung-burung Pelikan ini telah bertahun-tahun tidak melakukan, tidak mencari ikan, mereka menjadi gemuk dan malas, akhirnya mereka kelaparan.

Para ahli mencari solusi untuk mengatasi hal tersebut dan memindahkan burung Pelikan baru dari tempat lain ke daerah Monterey itu. Burung Pelikan pendatang baru segera mencari ikan untuk makanan mereka dan tak lama kemudian burung Pelikan lokal yang kelaparan segera mengikutinya dan mencari ikan sendiri. Cerita ini memberi kita pelajaran bagaimana dampaknya jika kita terlarut dalam situasi 'comfort zone' atau tinggal di zona nyaman.

Sunday, June 6, 2010

Tanpa Tujuan...

Jika keluarga hendak bepergian jauh, seperti piknik misalnya, maka kita sebagai ibu rumah tangga akan direpotkan untuk mempersiapkan baju, bekal dan perlengkapan untuk acara piknik tersebut. Sebelum mempersiapkan barang-barang yang hendak dibawa, kita pasti tahu lebih dulu tujuan kita. Apa jadinya jika kita bepergian tapi tidak tahu tempat mana yang bakal kita tuju? Persiapan kita pasti sangat kacau. Kita pergi ke daerah pegunungan yang dingin tapi yang kita bawa bukanlah mantel atau jaket tebal, melainkan baju pantai yang tipis. Sebaliknya, kita pergi ke pantai namun yang tersedia di kopoer adalah baju hangat yang sangat tebal. Semua keruwetan ini bakal terjadi kalau kita tidak menetapkan tujuan yang jelas pada awal mulanya. Pesan moralnya, kemana tujuan kita akan sangat menentukan bagaimana persiapan kita.

Apa yang terjadi jika kita tidak memiliki tujuan yang jelas di dalam hidup kita? Yang pasti, hidup kita hanya akan berputar-putar tanpa arah yang pasti. Selain itu, kita juga tidak akan pernah mempersiapkan hidup kita untuk meraih impian hidup kita. Biasanya kita hanya 'just let it flow', mengikuti kemanapun 'angin' atau 'aliran' membawa hidup kita. Jujur saja kita kerap memanipulasi istilah 'nge-flow' untuk menunjukkan bahwa kita hidup sesuai dengan apa yang Tuhan mau, padahal sebenarnya yang terjadi tidak seperti itu. Yang terjadi adalah kita tidak pernah memiliki tujuan hidup yang jelas!

Tuesday, May 18, 2010

Pengharapan

Setiap Manusia pasti memiliki Harapan yang besar di dalam hidupnya. Ada yang berharap tahun ini memiliki keluarga yang rukun, keuangan yang mapan, kesehatan yang baik, pekerjaan yang bagus, memenangkan sebanyak mungkin jiwa untuk Yesus, dan lain-lain. Sebuah harapan akan membuat kita terus berjuang untuk mewujudkan harapan itu menjadi kenyataan. Walaupun kita memiliki harapan-harapan yang baik, tidak selalu Tuhan mengabulkan harapan kita. Tuhan justru sering menghadapkan kita dengan situasi yang tidak nyaman. Bagaimana tindakan kita kalau Tuhan seakan masa bodoh dengan apa yang kita harapkan?

Mari kita belajar dari perempuan Kanaan(Matius 15:21 - 28). Bukan perkara yang mudah bagi perempuan ini untuk bisa dekat dengan Yesus, karena bangsa Kanaan dan Israel selalu bermusuhan. Namun, penderitaan anaknya yang sekian lama kerasukan setan, membuat ia menghilangkan segala egonya dan merendahkan diri di hadapan Yesus. Tetapi apa respon Yesus? Yesus justru berkata Dia hanya diutus kepada umat Israel. Secara halus yesus menolak harapannya. Perempuan ini tidak juga menyerah. Yesus dengan tegas berkata tidak pantas melemparkan roti yang disediakan untuk anak-anak kepada anjing. Perempuan ini sadar dirinya memang tidak berharga, hanya orang Kanaan yang berdosa, namun dengan rendah hatinya dia mengamini apa yang Yesus katakan. Karena imannya begitu teguh, hati Yesus bersukacita dan mengabulkan permintaannya.