Showing posts with label Parenting. Show all posts
Showing posts with label Parenting. Show all posts

Tuesday, May 3, 2011

Anak-Anak Karbitan

Anak-anak yang digegas
Menjadi cepat mekar
Cepat matang
Cepat layu...

Pendidikan bagi anak usia dini sekarang tengah marak-maraknya. Dimana mana orang tua merasakan pentingnya mendidik anak melalui lembaga persekolahan yang ada. Mereka pun berlomba untuk memberikan anak-anakmereka pelayanan pendidikan yang baik. Taman kanak-kanak pun berdiridengan berbagai rupa, di kota hingga ke desa. Kursus-kursus kilat untuk anak-anak pun juga bertaburan di berbagai tempat. Tawaran berbagai macam bentuk pendidikan ini amat beragam. Mulai dari yang puluhan ribu hingga jutaan rupiah per bulannya. Dari kursus yang dapat membuat otak anak cerdas dan pintar berhitung, cakap berbagai bahasa, hingga fisik kuat dan sehat melalui kegiatan menari, main musik dan berenang. Dunia pendidikan saat ini betul-betul penuh dengan denyut kegairahan. Penuh tawaran yang menggiurkan yang terkadang menguras isi kantung orangtua ...

Captive market I
Kondisi diatas terlihat biasa saja bagi orang awam. Namun apabila kita amati lebih cermat, dan kita baca berbagai informasi di intenet dan lileratur yang ada tentang bagaimana pendidikan yang patut bagi anak usia dini, maka kita akan terkejut! Saat ini hampir sebagian besar penyelenggaraan pendidikan bagi anak-anak usia dini melakukan kesalahan.
Di samping ketidak patutan yang dilakukan oleh orang tua akibat ketidaktahuannya!

Anak-Anak Yang Digegas...
Ada beberapa indikator untuk melihat berbagai ketidakpatutan terhadap anak. Di antaranya yang paling menonjol adalah orientasi pada kemampuan intelektual secara dini. Akibatnya bermunculanlah anak-anak ajaib dengan kepintaran intelektual luar biasa. Mereka dicoba untuk menjalani akselerasi dalam pendidikannya dengan memperoleh pengayaan kecakapan-kecakapan akademik dl dalam dan di luar sekolah.

Kasus yang pernah dimuat tentang kisah seorang anak pintar karbitan ini terjadi pada tahun 1930, seperti yang dimuat majalah New Yorker. Terjadi pada seorang anak yang bernama William James Sidis, putra seorang psikiater. Kecerdasan otaknya membuat anak itu segera masuk Harvard College walaupun usianya masih 11 tahun. Kecerdasannya di bidang matematika begitu mengesankan banyak orang. Prestasinya sebagai anak jenius menghiasi berbagai media masa. Namun apa yang terjadi kemudian ? James Thurber seorang wartawan terkemuka. pada suatu hari menemukan seorang pemulung mobil tua, yang tak lain adalah William James Sidis. Si anak ajaib yang begitu dibanggakan dan membuat orang banyak berdecak kagum pada beberapa waktu silam.

Kisah lain tentang kehebatan kognitif yang diberdayakan juga terjadi pada seorang anak perempuan bernama Edith. Terjadi pada tahun 1952, dimana seorang Ibu yang bemama Aaron Stern telah berhasil melakukan eksperimen menyiapkan lingkungan yang sangat menstimulasi perkembangan kognitif anaknya sejak si anak masih benapa janin. Baru saja bayi itulahir ibunya telah memperdengarkan suara musik klasik di telinga sang bayi. Kemudian diajak berbicara dengan menggunakan bahasa orang dewasa. Setiap saat sang bayi dikenalkan kartu-kartu bergambar dan kosa kata baru. Hasilnya sungguh mencengangkan! Di usia 1 tahun Edith telah dapat berbicara dengan kalimat sempurna. Di usia 5 tahun Edith telah menyelesaikan membaca ensiklopedi Britannica. Usia 6 tahun ia membaca enam buah buku dan Koran New York Times setiap harinya. Usia 12 tahun dia masuk universitas. Ketika usianya menginjak 15 lahun la menjadi guru matematika di Michigan State University. Aaron Stem berhasil menjadikan Edith anak jenius karena terkait dengan kapasitas otak yang sangat tak berhingga. Namun khabar Edith selanjutnya juga tidak terdengar lagi ketika ia dewasa. Banyak kesuksesan yang diraih anak saat ia menjadi anak, tidak menjadi sesuatu yang bemakna dalam kehidupan anak ketika ia menjadi manusia dewasa.

Berbeda dengan banyak kasus legendaris orang-orang terkenal yang berhasil mengguncang dunia dengan penemuannya. Di saat mereka kecil mereka hanyalah anak-anak biasa yang terkadang juga dilabel sebagai murid yang dungu. Seperti halnya Einsten yang mengalami kesulitan belajar hingga kelas 3 SD. Dia dicap sebagai anak bebal yang suka melamun. Selama berpuluh-puluh tahun orang begitu yakin bahwa keberhasilan anak di masa depan sangat ditentukan oleh faktor kogtutif. Otak memang memiliki kemampuan luar biasa yang tiada berhingga. Oleh karena itubanyak orangtua dan para pendidik tergoda untuk melakukan "Early Childhood Training".


Era pemberdayaan otak mencapai masa keemasannya. Setiap orangtua dan pendidik berlomba-lomba menjadikan anak-anak mereka menjadi anak-anak yang super (Superkids). Kurikulum pun dikemas dengan muatan 90 % bermuatan kognitif yang mengfungsikan belahan otak kiri. Sementara fungsi belahan otak kanan hanya mendapat porsi 10% saja.
Ketidakseimbangan dalam memfungsikan ke dua belahan otak dalam proses pendidikan di sekolah sangat mencolok. Hal ini terjadi sekarang dimana-mana, di Indonesia....

"Early Ripe, early Rot...!"
Gejala ketidakpatutan dalam mendidik ini mulai terlihat pada tahun 1960 di Amerika. Saat orangtua dan para professional merasakan pentingnya pendidikan bagi anak-anak semenjak usia dini. Orangtua merasa apabila mereka tidak segera mengajarkan anak-anak mereka berhitung, membaca dan menulis sejak dini maka mereka akan kehilangan "peluang emas" bagi anak-anak mereka selanjutnya. Mereka memasukkan anak-anak mereka sesegera mungkin ke Taman Kanak¬Kanak (Pra Sekolah). Taman Kanak-kanak pun dengan senang hati menerima anak-anak yang masih berusia di bawah usia 4 tahun. Kepada anak-anak ini gurunya membelajarkan membaca dan berhitung secara formal sebagai pemula.

Terjadinya kemajuan radikal dalam pendidikan usia dini di Amerika sudah dirasakan saat Rusia meluncurkan Sputnik pada tahun 1957. Mulailah "Era Headstart" merancah dunia pendidikan. Para akademisi begitu optimis untuk membelajarkan wins dan matematika kepada anak sebanyak dan sebisa mereka (tiada berhingga). Sementara mereka tidak tahu banyak tentang anak, apa yang mereka butuhkan dan inginkan sebagai anak. Puncak keoptimisan era Headstart diakhiri dengan pernyataan Jerome Bruner, seorang psikolog dari Harvard University yang menulis sebuah buku terkenal " The Process of Education" pada lahun 1960, la menyatakan bahwa kompetensi anak untuk belajar sangat tidak berhingga. Inilah buku suci pendidikan yang mereformasi kurikulum pendidikan di Amerika. "We begin with the hypothesis that any subject can be taught effectively in some intellectually honest way to any child at any stage of development". Inilah kalimat yang merupakan hipotesis Bruner yang di salahartikan oleh banyak pendidik, yang akhirnya menjadi bencana! Pendidikan dilaksanakan dengan cara memaksa otak kiri anak sehingga membuat mereka cepat matang dan cepat busuk... early ripe, early rot!

Friday, January 14, 2011

Susu UHT, Bernilai Gizi Lebih

Banyak orang tua yang mengaku merasa kebingungan dengan
banyaknya jenis susu yang beredar di pasaran. Susu-susu itu "mengklaim",
sebagai yang paling lengkap kandungan nutrisinya apalagi jika susu
tersebut dikatakan ditambah dengan zat penting untuk perkembangan otak.

Susu adalah minuman yang sangat menyehatkan dengan kandungan gizinya
yang terhitung lengkap. Karena itu susu dianjurkan bagi semua kalangan.
Untuk perkembangan sosok anak, minum susu merupakan salah satu sumber
kalsium. Karena itu membiasakan minum susu, adalah hal yang penting.
Bagi balita berusia 0 bulan hingga 2 tahun, minum Air Susu Ibu (ASI)
adalah yang paling baik. Jika tidak bisa hingga 2 tahun, minimal bayi
minum ASI ekslusif hingga 6 bulan, tanpa makanan pendamping lainnya.

Setelah berumur 1 tahun keatas, anak dapat diberikan susu lain yaitu
susu pasteurisasi, susu kental manis, susu bubuk, susu sterilisasi
konvensional, dan susu Ultra High Temperature (UHT).

Susu pasteurisasi merupakan susu yang diberi perlakuan panas sekitar 72 - 75
derajat Celcius selama 15 detik yang bertujuan untuk membunuh bakteri patogen.
Susu pasteurisasi harus disimpan pada suhu rendah (5 - 6 derajat
celcius) dan memiliki umur simpan hanya sekitar 14 hari.

Susu segar merupakan cairan yang berasal dari kambing atau sapi yang
sehat dan bersih. Susu diperoleh dengan cara pemerahan yang benar dan
kandungan alaminya tidak dikurangi atau ditambah sesuatu apapun dan
belum mendapat perlakuan apapun.

Susu bubuk berasal susu segar baik dengan atau tanpa rekombinasi dengan
zat lain seperti lemak atau protein yang kemudian dikeringkan. Umumnya
pengeringan dilakukan dengan menggunakan spray dryer atau roller drayer.
Umur simpan susu bubuk maksimal adalah 2 tahun dengan penanganan yang
baik dan benar. Susu bubuk dapat dikelompokkan menjadi tiga jenis yaitu
susu bubuk berlemak (full cream milk prowder), susu bubuk rendah lemak
(partly skim milk powder) dan susu bubuk tanpa lemak (skim milk prowder).

Sedangkan susu UHT merupakan susu yang diolah menggunakan pemanasan
dengan suhu tinggi dan dalam waktu yang singkat (135-145 derajat
celcius) selama 2-5 detik. Pemanasan dengan suhu tinggi bertujuan untuk
membunuh seluruh mikroorganisme (baik pembusuk maupun patogen) dan
spora. Waktu pemanasan yang singkat dimaksudkan untuk mencegah kerusakan
nilai gizi susu serta untuk mendapatkan warna, aroma dan rasa yang
relatif tidak berubah seperti susu segarnya.

Dari berbagai susu tersebut, yang paling disarankan adalah susu UHT.
Karena berdasarkan beberapa penelitian, menyebutkan susu yang diproses
secara UHT dapat mempertahankan nilai gizi lebih baik daripada proses
pengolahan lainnya. Indikatornya adalah prosentase kerusakan lisin atau
asam amino pembatas.

Seiring dengan kemajuan teknologi, susu UHT kemudian dikemas menggunakan
enam lapis kertas, plastik polyethylene, dan alumunium foil yang mampu
melindungi susu dari udara luar, cahaya, kelembaban, aroma luar, dan
bakteri. Susu UHT dalam kemasan aseptik ini tahan disimpan dalam suhu
kamar sampai 10 bulan, tanpa bahan pengawet. Dengan kemasan tersebut,
susu terhindar dari bakteri perusak minuman dan tetap segar serta aman
untuk dikonsumsi.

Friday, January 7, 2011

Christabelle Fever's Journal

 Sedihnya kalo anak sakit :( Selama ini Belle gak pernah sakit serius atau lama. Paling2 Flu (batpil).  Apalagi waktu Belle masih ASI, demam tinggi pun paling hanya 1 hari... hari berikutnya tinggal sisa hangat (dibawah 38.5` utk anakk seumurnya belum kategori demam) dan berangsur sembuh. Tapi udah 4 hari ini Belle demam nihh... :( Malam terutama parah, pagi agak mendingan dan sore naik lagi temperaturnya. Selama ini gak pernah mencapai suhu normal. Wahhh... agak2 panik donk! Ditambah lagi gak ada gejala batuk pilek, gak ada mencret atau muntah.... Jadi apa donk??

Selama ini kalau Belle sakit yg biasanya demam diikuti batpil mommy selalu terapkan home treatment. Sejak ikut milis Sehat, mommy sangat perduli dengan yg namanya RUM (Rational Use of Drug) atau POR (Penggunaan Obat secara Rasional), jadi gak sembarangan kasih obat ke Belle, terutama antibiotik. Singkatnya yang mommy tau sih, AB itu hanya mengobati penyakit akibat bakteri, bukan virus. Kalo virus itu biasanya self limited alias bisa sembuh sendiri. Tentunya dengan treatment yang tepat (basically, cukup istirahat, banyak minum, makan mknan bergizi... give some time... nanti akan sembuh kok!). Akibat dikit2 AB, nanti tubuh kebal, penyakit yg sama harus ditingkatkan dosisnya dan lagi bisa mematikan bakteri2 baik yg ada dalam tubuh. 

Itupun yang mommy terapin selama 4 hari ini... Berusaha kasih makan yang banyak (walaupun susah karna kelihatannya ga selera atau susah nelan), kalau panas langsung kompres air hangat atau ajak berendam di air hangat dan dikucur2 airnya ke seluruh tubuh pakai washlap, Belle dipakaiin pakaian yang longgar dan tidak berlapis2, suhu ruangan dijaga biar ga terlalu panas. Untungnya sih Belle masih mau minum dan mau disuruh minum banyak2, mgkn dia rasa haus juga sih... Ohya semua ini tujuannya supaya dia dehidrasi. Banyak kasus dari hanya demam,,akhirnya harus masuk RS karna dehidrasi. Tapi menjelang hari ke-4 mommy udah mulai panik jg sih karna ga jelas Belle sakitnya apa... batpil gak keluar sampe skrg. Berbagai pikiran buruk mulai muncul... DB kah? DBD? kawasaki? Duhh.... tapi ga ada bercak2 atau ruam2 di kulitnya. Ada rash sih di selangkangan dan ga mempan dikasih 'sudocream' juga... tapi feeling sih hanya ruam popok belaka. Ya sudah kami putuskan cek darah Belle. Tata laksananya utk umur 2 tahun memang kalau demam gak baik selama 72 Jam sebaiknya test darah. Ditambah lagi Belle kelihatan lemas walaupun gak sampai lethargic (tidur terus menerus, susah dibangunkan), mgkn jg karna susah makan. Jadi kami bawa ke dokter di hari jumat sore sekalian minta surat rujukan untuk test lab. Ohya, berikut kronologis sakitnya Belle:

Day 1 (selasa sore): Awalnya Belle aktif seperti biasa, bahkan sangat aktif loncat sana sini. Karna besoknya libur kami ajak dia ke toko buku dan dia masih ketawa2 dan lompat2 walaupun saya sudah agak curiga karna tangannya terasa hangat. Benar saja, malamnya ketika tidur badannya sudah panas. Saya temp dengan digital termometer >37,5`C

Day 2 (Rabu): Pagi, panas belum turun juga. Belle bangun pagi2 sekali (jam 6 lewat, biasanya jam 8 kadang harus dibangunkan) Tapi hari ini Belle masih mau makan dan mau banyak minum (mommy doktrin terus harus banyak minum air putih, susu, dll). Siang agak lumayan walaupun tidak sampai suhu normal. Malam mulai panas lagi bahkan sampai 38.5`C :( mommy belum kasih obat penurun panas apapun. Selain itu kok ya nafas dan mulutnya berbau aneh/kurang sedap, nafasnya agak aneh seperti ada dahak di tenggorokannya. Tapi dia gak batuk.

Thursday, December 2, 2010

Proses UHT: Upaya Penyelamatan Gizi Pada Susu

Proses UHT: Upaya Penyelamatan Gizi Pada Susu

Sumber : WASPADA Online
Oleh : Prof Dr Ir Made Astawan MS

Susu merupakan sumber gizi terbaik bagi mamalia yang baru dilahirkan.
Susu disebut sebagai makanan yang hampir sempurna karena kandungan zat
gizinya yang lengkap. Selain air, susu mengandung protein, karbohidrat,
lemak, mineral, enzim-enzim, gas serta vitamin A, C dan D dalam jumlah
memadai. Manfaat susu merupakan hasil dari interaksi molekul-molukel
yang terkandung di dalamnya.

Susu segar merupakan cairan yang berasal dari kambing sapi sehat dan
bersih yang diperoleh dengan cara pemerahan yang benar yang kandungan
alaminya tidak dikurangi atau ditambah sesuatu apapun dan belum mendapat
perlakuan apapun (SNI 01-3141-1998) . Dalam prakteknya sangat kecil
peluang kita untuk mengonsumsi susu segar definisi SNI tersebut di atas.
Umumnya susu yang dikonsumsi masyarakat adalah susu olahan baik dalam
bentuk cair (susu pasteurisasi, susu UHT) maupun susu bubuk.

Susu pasteurisasi merupakan susu yang diberi perlakuan panas sekitar
63-72 derjat Celcius selama 15 detik yang bertujuan untuk membunuh
bakteri patogen. Susu pasteurisasi harus disimpan pada suhu rendah (5-6
derjat Celcius) dan memiliki umur simpan hanya sekitar 14 hari.

Susu bubuk berasal susu segar baik dengan atau tanpa rekombinasi dengan
zat lain seperti lemak atau protein yang kemudian dikeringkan. Umumnya
pengeringan dilakukan dengan menggunakan spray dryer atau roller drayer.
Umur simpan susu bubuk maksimal adalah 2 tahun dengan penanganan yang
baik dan benar. Susu bubuk dapat dikelompokkan menjadi tiga jenis yaitu
susu bubuk berlemak (full cream milk prowder), susu bubuk rendah lemak
(partly skim milk powder) dan susu bubuk tanpa lemak (skim milk
prowder)
(SNI 01-2970-1999) .

Susu UHT (ultra high temperature) merupakan susu yang diolah menggunakan
pemanasan dengan suhu tinggi dan dalam waktu yang singkat (135-145
derjat Celcius) selama 2-5 detik (Amanatidis, 2002). Pemanasan dengan
suhu tinggi bertujuan untuk membunuh seluruh mikroorganisme (baik
pembusuk maupun patogen) dan spora. Waktu pemanasan yang singkat
dimaksudkan untuk mencegah kerusakan nilai gizi susu serta untuk
mendapatkan warna, aroma dan rasa yang relatif tidak berubah seperti
susu segarnya.

Proses Susu UHT

Susu cair segar UHT dibuat dari susu cair segar yang diolah menggunakan
pemanasan dengan suhu tinggi dan dalam waktu yang sangat singkat untuk
membunuh seluruh mikroba, sehingga memiliki mutu yang sangat baik.
Secara kesuluruhan faktor utama penentu mutu susu UHT adalah bahan baku,
proses pengolahan dan pengemasannya. Bahan baku susu UHT cair segar
adalah
susu segar yang memiliki mutu tinggi terutama dalam komposisi gizi. Hal
ini didukung oleh perlakuan pra panen hingga pasca panen yang
terintegrasi. Pakan sapi harus diatur agar bermutu baik dan mengandung
zat-zat gizi yang memadai, bebas dari antibiotika dan bahan-bahan toksis
lainnya. Dengan demikian, sapi perah akan menghasilkan susu dengan
komposisi gizi yang baik. Mutu susu segar juga harus didukung oleh cara
pemerahan yang benar termasuk di dalamnya adalah pencegahan kontaminasi
fisik dan mikrobiologis dengan sanitasi alat pemerah dan sanitasi
pekerja. Susu segar yang baru diperah harus diberli perlakuan dingin
termasuk transportasi susu menuju pabrik.

Pengolahan di pabrik untuk mengkonversi susu segar menjadi susu UHT juga
harus dilakukan dengan sanitasi yang maksimum yaitu dengan menggunakan
alat-alat yang steril dan meminimumkan kontak dengan tangan. Seluruh
proses dilakukan secara aseptik.

Susu UHT dikemas secara higienis dengan menggunakan kemasan aseptik
multilapis berteknologi canggih, Kemasan multilapis ini kedap udara
sehingga bakteri pun tak dapat masuk ke dalamnya. Karena bebas bakteri
perusak minuman, maka susu UHT pun tetap segar dan aman untuk
dikonsumsi. Selain itu kemasan multilapis susu UHT ini juga kedap cahaya
sehingga cahaya ultra violet tak akan mampu menembusnya dengan
terlindungnya dari sinar ultra violet maka kesegaran susu UHT pun akan
tetap terjaga. Setiap kemasan aseptik multilapis susu UHT disterilisasi
satu per satu secara otomatis sebelum diisi dengan susu. Proses tersebut
secara otomatis dilakukan hampir tanpa adanya campur tangan manusia
sehingga menjamin produk yang sangat higienis dan memenuhi standar
kesehatan internasional.

Dengan demikian teknologi UHT dan kemasan aseptic multilapis menjamin
susu UHT bebas bakteri dan tahan lama tidak membutuhkan bahan pengawet
dan tak perlu disimpan di lemari pendingin hingga 10 bulan setelah
diproduksi.

Keunggulan Susu UHT

Kelebihan-kelebihan susu UHT adalah simpannya yang sangat panjang pada
susuh kamar yaitu mencapai 6-10 bulan tanpa bahan pengawet dan tidak
perlu dimasukkan ke lemari pendingin. Jangka waktu ini lebih lama dari
umur simpan produk susu cair lainnya seperti susu pasteurisasi. Selain
itu susu UHT merupakan susu yang sangat higienis karena bebas dari
seluruh mikroba
(patogen/penyebab penyakit dan pembusuk) serta spora sehingga potensi
kerusakan mikrobiologis sangat minimal, bahkan hampir tidak ada. Kontak
panas yang sangat singkat pada proses UHT menyebabkan mutu sensori
(warna, aroma dan rasa khas susu segar) dan mutu zat gizi, relatif tidak
berubah.

Saturday, October 30, 2010

Disiplin anak

Banyak orang yang beranggapan kalau aku terlalu lembek sama anakku. Ga sedikit juga yang berkomentar negatif. Malah sering dari 'inner circle' sendiri (mama dan kakak kandung). Mereka bilang aku ga pernah marah dan anakku Belle gak takut sama mamanya. Well, emang sih di umur 2 tahun ini Belle lagi seru2nya melewati "Terific two" (ga mau sebut 'terible' ahh). Sering tantrum, apalagi kalo kemauannya gak keturutan. Sebenernya kalo dianalisa, ini tambah diperparah karna emang karakter Belle agak keras, keliatan dari baby... kalo gak mau tidur dan maunya nyusu dia kuat nangis  dengan suara keras dan melek berjam-jam. 

Bisa dibilang emang aku hampir gak pernah jerit-jerit ke anak kalau dia berulah nakal, teriak protes atau jutek sejutek2nya ke orang2 yang dia kurang familiar. Aku pernah baca kalo kekerasan  (terutama fisik) ke anak bukannya menyelesaikan masalah malah bisa memperburuk kenakalannya. Nah, mulai Belle umur 2 tahun aku terapin "Time Out" dimana kalo dia nakalnya ga bisa ditolerir lagi (yang disepakati: numpahin makanan/minuman secara sengaja, buang/lempar barang, keras kepala gak mau beresin mainannya, itu beberapa contohnya), aku hukum dia berdiri di pojok selama 2 menit. Kenapa cuma 2 menit? Ya itu sesuai umurnya menurut buku Nanny 911. (nanti umur 3 tahun jadi 3 menit, 4 tahun jadi 4 menit, dst) Lagipula jangankan 2 menit, 2 detik aja "Like Hell' buat sang terhukum. Biasanya sih selalu nangis meraung2 dan coba keluar, coba2 peluk mamanya (aneh juga sih yang hukum mamanya tapi larinya juga ke mamanya, cari nyaman hehe...) Tapi aku balikin lagi terus berulang2 sampe masa hukumannya habis. Lama2 sih dia mulai agak ngerti, kalo misalnya numpahin sesuatu ga sengaja (which is ga akan dihukum sbnrnya kan ga sengaja?!), dia akan buru2 bilang "I'm sorry mommy..." atau dengan melas bilang "Aku gak mau di pojok!" Hmmm rasanya sih udah ngerti ya kalo salah ada punishmentnya :)

Wednesday, August 25, 2010

Konstipasi: karena susu?

Dari tadi malem, Belle keliatan gelisah. Meringis2 gak karuan. Ya, emang udah 2 hari dia belum bisa pup. Puncaknya sebelum bobok ganti piyama, dia nangis jerit2 pegang perutnya. Duhhh miris ngeliatnya... Mommy gosok2 pake minyak telon perutnya. Dan ga seperti biasanya, dia ga mau digendong. Boro2 digendong, dipegang aja dia nepis2 dan badannya kayak kaku gitu. Pagi ini mulai lagi, baru turun dari tempat tidur dan mau main tiba2 dia pegangan pinggir meja dan nangis kesakitan. Aduhhh ibu mana yg tega ngeliat anaknya kesakitan begitu :( Mommy cuma bisa urut2 punggungnya, lap keringetnya (sampai keringet dingin loh!) dan bujukin supaya mau pelan2 ngeden. Tapi masih belum keluar juga sampai jam 10 dan memang keras luar biasa :( setelah itu masih 3X Belle pup dengan susah payah. Malah yang ke-tiga jam 2 siang dia saking capeknya sampe ketiduran di pangkuan mommy :(

Sebenernya ini bukan yang pertama kali sih Belle sembelit. Pertama kali dulu waktu masih baby, 6 bulan kalo ga salah. Nah kalo dulu sih aku telaah karna susu formula nya ganti ke tingkatan yg lebih tinggi. Akhirnya sih bener2 distop sufor sejak 6 bln itu Belle cuma solid food dan ASI aja. Toh aku baca2 memang gak perlu kok sufor selama asupan gizi dari makanan padat nya cukup, lagipula dari ASI semua kebutuhannya udah terpenuhi. Waktu itu emang mommy selalu stock sufor cuma buat keadaan darurat. Setelah Belle setahun, selain ASI mulai pelan2 dikasih susu UHT. Tapi dia minumnya gak banyak sih. Nahh setelah disapih ASInya, mulai lah susu ultranya banyak bgt... satu kotak besar bisa habis ga nyampe 2 hari.

Wednesday, August 18, 2010

1st day going to School

Hari ini Belle ke sekolah pertama kali. Harusnya sih masuk tanggal 12 Juli tapi karna Belle n' mommy lama liburan di Jakartanya, jadi bolos dulu deh 2 minggu. Eh ternyata pas balik ke Batam pas awal puasa jadi libur lagi deh seminggu :p Masuk lagi hari ini, sehari setelah HUT RI ke-65 (penting nih buat pengingat :p)

Di kelasnya, Belle punya 4 orang teman seumurnya (Sekitar 2 tahunan). Masuknya di kelas Playgroup yang notabene memang banyak mainnya. Mommy perhatiin juga metode dan kurikulumnya kurang lebih Belle udah dapet di rumah. Nyanyi bareng sambil tepuk tangan, pake gaya; nonton Barney atau acara anak2 lain bersama; mewarnai gambar; Main lego, boneka, bola  (yang ini masih suka rebutan :p) dan yang paling mommy suka (karna ga ada kesempatan ini di rumah): di tengah pelajaran, ada acara makan bersama teman2nya. Diajarin sebelum dan sesudah makan cuci tangan, dan makan bekal masing2 di meja. Belle yang sekarang ini lagi susah makan :( jadi agak lahap deh ngeliat temen2nya juga makan. Dan tertib karna makannya duduk di kursi masing2 di meja bundar.

Saturday, July 31, 2010

Orangtua Over protective = Anak Sehat dan Selamat?

Belakangan ini aku sering banget nemuin orangtua baru (ortu dengan baby di bawah 1 tahun) yang sangat extra ketat menjaga anaknya.  Salah satu sepupuku kekeuh ngotot kalo anak-anak kembarnya GAK BOLEH keluar rumah sampai mereka berumur 6 bulan. Bahkan kalo ada visitors yang notabene keluarga sendiri, ketat banget peraturannya. Gak sembarang orang boleh gendong, kalau mau pegang atau mendekat harus pake masker dan cuci tangan pake antiseptic. Sampe sekarangpun aku dan sepupu2 yang lain gak pernah gendong ponakan kembar yang lucu2 itu. Pegang pun gak berani... takut salah. Takut kami mengandung virus berbahaya... :(

Salah satu temen deketku, TAKUT LUAR BIASA kalau anaknya (8mths old boy) terkena paparan kuman dari luar. Orang siapapun yang masuk ke rumahnya di interview dulu, lagi pilek gak, ada batuk gak, kalo ketauan abis anget2 ditanya udah sembuh belum. Sejak lahir sampai sekarang gak pernah kena matahari langsung. Boro2 jalan ke taman di kompleks pake stoller, di rumahpun hanya sebatas ruang tamu dan kamar yang full AC. Gak boleh keluar atau ke taman belakang karna takut digigit nyamuk (yang ironis, di kamar terus tapi yah bentol juga hehehe). Jadi kalo-pun jalan2 hanya di dalam mobil turun ke mall, sebisa mungkin jangan kena udara luar. Oh, sangat exclusive anak2 itu...Well, salah gak sih  kalo aku men-cap mereka over protective?

Thursday, July 15, 2010

Vitamin tambahan, perlukah untuk anakku?

Dari mulai ASI lalu home made solid food. Udah bisa nebak kan tipe ibu kayak apa aku? Ya, aku bisa dibilang suka konsep "Back to Nature" karena aku percaya banget kalo buatan Tuhan pasti lebih baik daripada buatan manusia, secanggih apapun itu!. susu formula dibanding ASI? Ya Jelas jauhlah, walaupun di iklan katanya da tambahan AHA, DHA, bahkan diclaim ada tambahan colostrum segala. Kalaupun zat-zat tersebut ditambahkan, kan udah melewati rantai proses yang panjang dari bentuk asli susu yang cair sehingga jadi padat berbentuk bubuk. Pakai ditambah ini itu, gak ada bukti penelitian kalo zat blablabla itu masuk diserap tubuh 100%. ASI aja deh udah paling bener, udah kebukti kok daya tahan Belle paten banget :) 

Kalau Home made solid food vs instant solid food. Aku ada banyak pertimbangan sih, selain dari gizi yah pasti lebih alami yang home made (walau lebih repot sedikit buatnya).Tapi selain itu juga aku pengen anakku tau rasa asli makanan, dan emang pernah juga dicoba waktu darurat kami acara gereja ke pantai (Belle baru start solid food umur 6 bulan), terpaksa bawa bubur sachet instant  + termos air panas karena yang home made ga tahan di perjalanan., dan ga mungkin masak disana. Ternyata oh ternyata... anakku ga doyan!! Kayaknya sih terlalu manis ya... udah ditambah air hangat, tetep dia gak suka. Beberapa kali (saat darurat) aku coba dengan rasa yang lain, kali ini asin (kentang brocoli kalo ga salah), eh tetep aja ga suka dia, kalaupun mau dimakan mungkin karna laper tapi yah ga selahap bubur buatan sendiri yang fresh. Ya sudahlah... memang cocok kalo begitu kan :)

Nahhh.... tantangan dimulai sejak... udah lama sih sebenernya. Mungkin sejak Belle start solid food ya atau sebelum itu, mommy lupa juga. Baik mama kandung atau mama mertua (yg lebih gencar sih) terus2an nanya, "Ini anak gak dikasih vitamin??" Kwawaaa..... sempet speechless mommy belum siapin jawaban yg ilmiah nih. Cuma simple jawab "Ah gak perlu, gizi dia udah terpenuhi dari makanan sehari2nya, asli dari alam!"